BARESKRIM UNGKAP SINDIKAT 100 KG SABU ASAL MALAYSIA DI BUNGKUS DALAM KEMASAN TEH CINA

0
37

KORANPERS.COM,JAkARTA,(21/12/2017)
Direktorat Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 100 kilogram dari jaringan internasional Malaysia yang dimasukkan lewat jalur Penang-Belawan, Sumatera Utara. Dari pengungkapan itu, polisi meringkus tiga orang yang berperan sebagai kurir, yakni AN (30), ES (39), dan SI (28).

Penangkapan ini bermula saat Dirtipidnarkoba Polri mendapat informasi adanya pengiriman sabu-sabu dari Malaysia menuju Medan lewat jalur laut. Satu satuan tugas di bawah pimpinan Dirnarkoba Brigjen Eko Daniyanto kemudian bergerak untuk melakukan pemantauan di sekitar lokasi Pelabuhan Belawan dan sekitar Hamparan Perak, Medan, Sumatera Utara.

Dari hasil pemantauan, pada hari Selasa, 12 Desember 2017 pukul 01:30 WIB, dua tersangka berinisial AN dan SI berhasil ditangkap di sebuah rumah dengan barang bukti sabu-sabu dalam karung.

Sabu-sabu itu dimasukkan dalam lima karung beras ukuran besar dan dua karung ukuran sedang yang dikubur dalam tanah di sebuah rumah. AN berperan sebagai kapten kapal, sementara SI bertugas membawa sabu-sabu dari kapal ke rumah.

“Ada 100 bungkus sabu-sabu kemasan teh Cina dalam karung goni yang ditemukan terkubur di tanah dalam rumah,” kata Brigjen Eko Daniyanto, di Gedung Dirtipidnarkoba Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 21 Desember 2017.

Usai menangkap AN dan SI, petugas meringkus ES pada Rabu, 13 Desember 2017 pukul 08:00 WIB.
“Dia (ES) ini otaknya yang mengendalikan pengiriman sabu-sabu ke Indonesia,” kata Eko.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup dan minimal penjara enam tahun dan maksimal 20 tahun dengan subsidair Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman seumur hidup dan kurungan penjara 20 tahun.(manto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here